Posts
Kegiatan Revalidasi
published at July 28th, 2025 by Museum konservasi
Kegiatan assassemnt evaluator UNESCO di Museum konservasi
SOSIALISASI KEPALA DESA DI RUANG KERJA TERHADAP MASYARAKAT P3KE BERSAMA KEPALA DUSUN
published at July 28th, 2025 by Desa Tamanjaya
Geber
published at July 28th, 2025 by GEBER
acara ini diselenggarakan untuk mensosialisasikan komunitas GEBER (Gerakan Bersaama) Yg dilaksanakan pada hari minggu tgl 27-7-2025 Diikuti 14 team dari beberapa desa
BAKAKAK FEST
published at July 28th, 2025 by Desa Tamanjaya
Bakakak Fest adalah kegiatan sosial yang berisi berbagi ayam bakar oleh masyarakat Desa Tamanjaya, yang dilaksanakan setiap pergantian tahun baru.
VILLA ADELA PANENJOAN
published at July 28th, 2025 by GEBER
Ingin menikmati pemandangan alam dari kawasan sukabumi geopark ciletuh? Kamu bisa memilih penginapan di panenjoan VILA ADELLA dengan harga murah di geopark yang membuatmu semakin betah tinggal sambil liburan menikmati pemandangan ." wa aja 085817213154
Upaya Pemenuhan Standar Revalidasi UNESCO: Revitalisasi Museum Konservasi Geopark Ciletuh
published at July 28th, 2025 by KKN-T IPB University
Mempertahankan status sebagai destinasi kelas dunia merupakan sebuah tantangan yang signifikan. Kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark saat ini tengah melalui proses asesmen kelayakan atau revalidasi oleh UNESCO, yang akan menentukan keberlanjutan statusnya di masa depan. Untuk memastikan kelancaran proses ini, serangkaian persiapan perlu dilaksanakan. Persiapan tersebut mencakup penguatan konten edukasi, penataan ulang ruang pamer untuk menciptakan alur naratif yang sistemastis, serta penyusunan informasi interpretatif yang ada di Museum Konservasi Geopark Ciletuh. Museum Konservasi Geopark Ciletuh terletak di Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang merupakan lokasi Kegiatan KKNT Inovasi dari Mahasiswa IPB University. Pendampingan intensif dalam proses revalidasi museum menjadi salah satu program kerja insidental yang dilaksanakan Kelompok KKNT Inovasi Desa Tamanjaya 2025 demi mendukung kesiapan Museum Konservasi Geopark Ciletuh. Museum Konservasi Geopark Ciletuh berupaya secara maksimal untuk memenuhi standar yang ditetapkan dalam proses revalidasi. Guna mendukung tujuan tersebut, sebuah program pendampingan komprehensif diinisiasi oleh Kelompok KKNT Inovasi Desa Tamanjaya 2025. Program ini melibatkan kolaborasi erat dengan pengurus museum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek museum. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mengidentifikasi kekurangan yang ada dan merumuskan solusi perbaikan secara kolaboratif. Melalui diskusi mendalam dengan pihak pengurus museum, Kelompok KKNT Inovasi Desa Tamanjaya 2025 mengusulkan sebuah rencana revitalisasi total. Rencana ini mencakup penyempurnaan narasi pameran, peningkatan kualitas visual, serta modernisasi pengalaman pengunjung agar lebih edukatif dan interaktif. Selama periode persiapan yang berlangsung dari tanggal 25 Juni hingga 1 Juli, Kelompok KKNT Inovasi Desa Tamanjaya 2025 bersama jajaran pengurus Museum Konservasi Geopark Ciletuh bekerja secara intensif dan berhasil menyelesaikan sejumlah pembenahan penting. Fokus utama kegiatan ini adalah seluruh area pameran di dalam museum. Proses revitalisasi dilaksanakan mencakup evaluasi konten, penyusunan ulang alur narasi agar lebih koheren, hingga implementasi teknologi digital seperti QR Code untuk memperkaya kedalaman informasi yang tersedia bagi pengunjung. Secara simultan, program ini juga melibatkan partisipasi dari tokoh masyarakat dan para ahli untuk memperkaya substansi konten. Sebagai puncak dari tahap persiapan, diselenggarakan sebuah kegiatan simulasi kunjungan yang melibatkan siswa SMPN 1 Ciemas. Kegiatan ini berfungsi sebagai uji kelayakan terhadap versi museum yang telah direvitalisasi dan mendapatkan sambutan yang sangat positif dari para pihak yang hadir. Kunjungan dari asesor UNESCO dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2025. Asesor UNESCO melaksanakan proses asesmen pada berbagai aspek museum seperti konten edukasi, ruang spesimen museum, serta aspek informasi museum. Simulasi edukasi yang dilakukan Kelompok KKNT Inovasi Desa Tamanjaya 2025 kepada siswi dari SMPN 1 Ciemas yang mencakup pendidikan terkait kupu-kupu, lebah Trigona, dan juga pembuatan herbarium kering dilakukan untuk menyimulasikan kemampuan Museum Konservasi Geopark Ciletuh untuk mengedukasi masyarakat terkait keanekaragaman hayati dan konservasinya. Dengan selesainya kegiatan asesmen dan revalidasi UNESCO, revitalisasi museum ini merupakan sebuah langkah strategis yang fundamental bagi Museum Konservasi Geopark Ciletuh untuk meningkatkan pengakuan di tingkat internasional. Diharapkan melalui serangkaian persiapan yang komprehensif ini, museum dapat berhasil melewati proses revalidasi dan semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat edukasi warisan bumi yang unggul dan berkelanjutan di masa mendatang dan mengimplementasikan visinya yang berbunyi “Memuliakan Bumi dan Memberdayakan Masyarakat”.
Keanekaragaman Flora Desa Tamanjaya
published at July 27th, 2025 by KKN-T IPB University
Terletak di ujung selatan Kabupaten Sukabumi, Desa Tamanjaya menyimpan kekayaan alam yang luar biasa, terutama dalam hal keanekaragaman flora. Dikelilingi oleh perbukitan hijau, hutan tropis, dan ekosistem pesisir yang masih terjaga, desa ini menjadi rumah bagi berbagai jenis tumbuhan endemik dan langka yang jarang ditemukan di daerah lain. Keberagaman hayati yang dimiliki Tamanjaya tidak hanya menjadi aset ekologis, tetapi juga berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dan laboratorium alam bagi penelitian lingkungan. Artikel ini akan mengulas lebih dalam tentang ragam flora yang hidup di Desa Tamanjaya serta pentingnya pelestarian kekayaan hayati ini bagi masa depan ekosistem lokal maupun global. 1. Kepuh (Sterculia foetida) Pohon kepuh merupakan salah satu jenis pohon asli Indonesia dan merupakan pohon endemik Desa Tamanjaya. Pohon kepuh bisa tumbuh hingga 25-35 meter dengan batang yang lurus dan besar. Tajuknya melebar dan rimbun, memberikan keteduhan alami. Daun kepuh termasuk majemuk menjari, terdiri dari 5–9 anak daun yang berbentuk lonjong memanjang. Pohon kepuh tumbuh baik di wilayah tropis dataran rendah hingga ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Pohon ini toleran terhadap berbagai jenis tanah, termasuk tanah berpasir, tanah laterit, maupun tanah kering berbatu. Ia juga cukup tahan terhadap kekeringan, sehingga cocok ditanam di lahan marginal atau kritis yang kurang subur Kepuh berperan dalam menyerap karbon, mengurangi erosi, serta menyediakan habitat alami bagi burung dan serangga. Tajuknya yang lebar menjadikannya sangat efektif sebagai pohon pelindung atau peneduh jalan. Pohon ini bisa menjadi bagian penting dari ketahanan energi desa, pengembangan usaha mikro (seperti produksi minyak biji kepuh atau olahan pangan alternatif), serta konservasi lingkungan. 2. Jati (Tectona grandis) Jati merupakan pohon keras yang memiliki nilai ekonomi sangat tinggi karena kayunya kuat, tahan lama, dan tahan terhadap serangan hama. Pohon jati dapat tumbuh hingga 40 meter dengan batang lurus dan daun lebar berbulu. Pohon ini tumbuh optimal di daerah beriklim tropis kering, dengan curah hujan 1.200–2.500 mm per tahun dan tanah lempung yang memiliki drainase baik. Jati cocok ditanam pada ketinggian 0–800 meter di atas permukaan laut 3. Ketapang (Terminalia catappa) Ketapang sering dijumpai di wilayah pesisir atau dataran rendah. Tingginya bisa mencapai 35 meter, dengan cabang yang tumbuh mendatar dan membentuk susunan bertingkat. Daunnya besar, tebal, dan akan berubah warna menjadi merah kecokelatan saat gugur, memberikan keindahan visual sekaligus manfaat ekologis. Ketapang tumbuh baik di tanah berpasir, bahkan di daerah yang agak asin atau miskin hara. Daunnya banyak dimanfaatkan sebagai pakan ikan, terutama untuk budidaya ikan hias dan ikan air tawar seperti nila, karena memiliki kandungan antibakteri alami. 4. Ketapang Kencana (Terminalia mantaly) Pohon ketapang kencana masih berkerabat dengan ketapang biasa. Pohon ini memiliki morfologi yang lebih ramping dan tajuk lebih estetis. Tingginya berkisar antara 5 hingga 15 meter, dengan cabang-cabang yang tumbuh mendatar secara simetris. Daunnya kecil, rapat, dan tumbuh spiral, sangat cocok dijadikan pohon penghijauan di tepi jalan, halaman kantor desa, atau taman bermain. Ketapang kencana tumbuh baik di tanah subur dengan paparan sinar matahari penuh, dan tidak memerlukan perawatan intensif. Masyarakat dapat memanfaatkannya untuk mempercantik lingkungan sekaligus mendukung program desa wisata atau penghijauan desa.
Golden Field Moments: Visual Lanskap Padi Sepanjang Musim di Panenjoan
published at July 27th, 2025 by KKN-T IPB University
🌾 Golden Grains, Golden Glow. Pesona Panenjoan di Musim Panen 🌾 Panenjoan, Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Sukabumi Selatan, tak hanya menawarkan panorama menakjubkan, tapi juga kisah agrikultur yang mengikuti irama alam. Sebagai bagian dari kawasan Geopark Ciletuh, desa ini berada di bawah pengaruh pola hujan monsunal, yang secara alami membentuk ritme tanam dan panen padi masyarakatnya. AWAL MUSIM HUJAN (Oktober – Desember) Kondisi Sawah: Setelah kemarau panjang, lahan sawah kini mulai kembali terisi air. Pemandangan khas sawah berlumpur dan genangan air menciptakan nuansa alami yang menenangkan. 📸 Waktu terbaik untuk berkunjung? Datanglah antara November hingga awal Desember, saat hujan pertama turun dan petani mulai sibuk menanam. Suasana sawah yang basah dan aktivitas pertanian akan menyuguhkan pengalaman pedesaan yang autentik dan penuh kehidupan. MUSIM HUJAN PENUH (Desember – Februari) Kondisi Sawah: Saat ini, tanaman padi sedang memasuki fase pertumbuhan vegetatif dan anakan, di mana daun-daun padi tumbuh lebat dan menyelimuti sawah dengan warna hijau yang menyejukkan mata. 📸 Waktu terbaik bagi pengunjung yang ingin melihat sawah menghijau: Akhir Desember hingga Februari merupakan waktu paling indah untuk melihat sawah yang subur dan hijau membentang, cocok untuk foto-foto berlatar alam yang memukau. MASA PANEN (Maret – April) Kondisi Sawah: Sawah sedang memasuki fase pengisian bulir hingga menjelang panen. Daun-daun padi mulai menguning keemasan, sementara batang perlahan mengering menciptakan pemandangan hamparan kuning emas yang memikat dan menghadirkan suasana khas musim panen. 📸 Waktu terbaik bagi pengunjung yang ingin melihat sawah menguning: Maret hingga awal April, saat lanskap pertanian berubah menjadi lautan emas. Momen ini sangat cocok untuk wisata agrikultur, fotografi lanskap pedesaan, atau kampanye ekowisata yang ingin menonjolkan keindahan dan kearifan lokal. MUSIM KEMARAU (Juni – Agustus) Kondisi Sawah: Memasuki musim kemarau, banyak lahan sawah tidak ditanami karena keterbatasan air. Sebagian dibiarkan kering, sementara lainnya dimanfaatkan untuk tanaman palawija. Pemandangan yang tampak adalah tanah retak, sisa-sisa padi panen sebelumnya, dan suasana yang gersang sehingga terpotret nyata dampak perubahan musim. 📸 Waktu terbaik untuk edukasi kekeringan atau konservasi air: Juli hingga Agustus. Saat yang tepat untuk wisata berbasis edukasi, memahami tantangan petani dalam menghadapi musim kering, serta pentingnya pengelolaan air secara berkelanjutan.
Curug Mood Cycle Calendar: Rangkaian Keindahan Curug Sesuai Musim
published at July 27th, 2025 by KKN-T IPB University
Visual keindahan curug di Desa Tamanjaya menurut fase alam sepanjang tahun. Desa Tamanjaya, Kecamatan Ciemas, Sukabumi Selatan, merupakan pintu gerbang eksotis menuju kawasan Geopark Ciletuh. Lanskapnya yang penuh lekukan lembah, sawah, dan tebing curam menyuguhkan panorama air terjun alami (curug) yang berubah karakter seiring musim. Desa Tamanjaya berada di wilayah dengan pola hujan monsunal, sehingga hanya memiliki dua musim utama yang sangat memengaruhi pengalaman wisata Anda: Musim Hujan: Oktober – April Musim Kemarau: Mei – September Pola cuaca berdampak pada akses jalan, debit air curug dan sungai, serta kenyamanan dan keselamatan saat berkunjung. 🌧️Musim Hujan (Oktober – April) Kondisi Jalur Wisata: Jalur tanah menuju curug cenderung berlumpur dan licin, dengan risiko tergelincir tinggi terutama pada jalur off-road. Pemandangan Curug: Debit air curug berada di puncak tertinggi, menciptakan arus deras dan efek visual yang menakjubkan, waktu terbaik untuk berburu foto curug yang dramatis dan spektakuler. Tips Berkunjung Saat Musim Hujan: Gunakan sepatu anti selip Hindari perjalanan saat sore hari ketika potensi hujan meningkat Pertimbangkan untuk menyewa pemandu lokal demi keamanan dan kenyamanan ☀️Musim Kemarau (Juni – September) Kondisi Jalur Wisata: Jalur tracking lebih kering dan stabil, cocok untuk Anda yang ingin mencoba off-road atau hiking santai. Pemandangan Curug: Debit air curug menurun, namun memberikan kesempatan untuk melihat struktur tebing dan batuan yang biasanya tersembunyi di balik aliran air. Tips Berkunjung Saat Musim Kemarau: Gunakan pakaian ringan dan nyaman Bawa bekal makanan & minuman, karena udara cenderung kering Pastikan tetap menjaga hidrasi selama perjalanan
Sigap Siaga Sejak Dini: Simulasi Mitigasi dan Evakuasi Bencana Alam bersama Tim Pemadam Kebakaran
published at July 27th, 2025 by KKN-T IPB University
Satu langkah kecil untuk belajar, satu langkah besar untuk menyelamatkan banyak orang. Pada tanggal 27 Juli 2025, SD Negeri Tamanjaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Simulasi Mitigasi dan Evakuasi Bencana Alam. Kegiatan ini dilaksanakan bersama tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Ciemas dan melibatkan siswa, guru, serta kepala sekolah SD Negeri Tamanjaya. Kegiatan ini bertujuan dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan anak-anak, dalam menghadapi situasi darurat seperti gempa bumi dan kebakaran. Siswa-siswi mendapatkan pemahaman dasar mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Materi disampaikan dengan cara interaktif dan mudah dipahami. Anak-anak diajarkan bahwa saat gempa terjadi, hal paling penting adalah tetap tenang dan tidak panik. Dengan kepala yang jernih, seseorang bisa membuat keputusan yang benar dan menyelamatkan diri secara aman. Langkah utama yang diajarkan dalam simulasi adalah teknik Tiarap, Tunduk, dan Lindungi Kepala, yaitu dengan segera tiarap ke lantai dan berlindung di bawah perabot kokoh seperti meja. Posisi ini membantu melindungi dari benda-benda yang berjatuhan. Selain itu, anak-anak juga diingatkan untuk menjauhi jendela dan cermin yang berpotensi pecah dan membahayakan. Setelah getaran berhenti, peserta dilatih untuk keluar bangunan dengan hati-hati dan berkumpul di area terbuka, jauh dari bangunan, pohon besar, dan kabel listrik. Selama proses evakuasi, sangat penting mendengarkan instruksi dari orang dewasa yang bertugas memandu jalannya evakuasi. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyampaian materi melalui lagu edukatif, yang membuat proses pembelajaran lebih menyenangkan. Anak-anak diajak menghafal lirik sederhana yang membantu mereka mengingat urutan tindakan saat gempa terjadi. Kegiatan ini juga menghadirkan tim Pemadam Kebakaran Kecamatan Ciemas yang memberikan sosialisasi langsung mengenai bahaya kebakaran dan cara penanganannya. Dalam sesi ini, anak-anak diperkenalkan berbagai jenis alat pemadam kebakaran, seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan), selang pemadam, dan perlengkapan pelindung diri. Petugas menjelaskan cara kerja alat-alat tersebut dan bagaimana menggunakannya dengan benar dalam keadaan darurat. Para siswa-siswi dengan antusias menyimak penjelasan dari tim pemadam kebakaran mengenai penanganan kebakaran dan penggunaan alat pemadam. Mereka juga mendapat kesempatan menyaksikan secara langsung demonstrasi pemadaman api skala kecil yang dipandu oleh petugas. Momen ini menjadi salah satu sesi paling menarik, terutama bagi anak-anak yang untuk pertama kalinya melihat secara nyata aksi para petugas damkar dalam menghadapi situasi darurat. Tidak hanya menonton, para siswa-siswi juga terlibat langsung dalam praktik memadamkan api menggunakan selang pemadam dengan bimbingan petugas damkar. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran sejak usia dini.
Jejak Kampung Keluarga Berkualitas
published at July 27th, 2025 by KKN-T IPB University
Kampung Wisata Berkualitas terletak di Desa Tamanjaya Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat salah satu kawasan di Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark dengan titik koordinat S 7.22779 E 106.52403. Area Kampung Wisata Berkualitas mencakup tiga RT yaitu RT Cigadog 1, RT Cigadog 2, dan RT Jayabaru, dengan jumlah jiwa sebanyak 393 jiwa dari 220 KK yang terbagi laki-laki sebanyak 194 orang dan perempuan sebanyak 199 orang. Kampung wisata berkualitas merupakan perkampungan masyarakat yang ada di pedesaan dengan potensi keseharian aktivitas masyarakat seperti makan, bertani, bercocok tanam, beternak, gotong royong, dan lain sebagainya yang dikembangkan menjadi kampung berkualitas sehingga kegiatan masyarakat lebih terarah dan berdayaguna. Kampung Berkualitas menyuguhkan suasana di kampung pedesaan dengan berbagai aktivitas keseharian warga masyarakat baik dari kegiatan makan bersama (“ngawadang”), gotong royong, hingga, aktivitas ternak yang ada di kampung ini.
Panduan Interaktif Menemukan Keindahan Alam Tersembunyi di Desa Tamanjaya
published at July 27th, 2025 by KKN-T IPB University
Sedang mencari destinasi wisata alam yang belum terlalu ramai, alami, dan penuh pesona? Desa Tamanjaya adalah jawabannya. Terletak di ujung barat daya Kabupaten Sukabumi dan menjadi pintu gerbang kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, desa ini menyimpan banyak curug (air terjun) yang memesona dan siap membuat siapa pun jatuh cinta pada keindahan alamnya. Kini, menikmati dan menjelajahi deretan curug di Tamanjaya jadi lebih mudah dengan hadirnya Peta Wisata Curug Desa Tamanjaya, panduan digital yang dirancang khusus untuk kamu, para pecinta alam dan petualang sejati! Kenapa harus ke Curug Tamanjaya? Karena di sinilah kamu bisa merasakan kedamaian alam yang sesungguhnya. Tidak hanya menikmati gemuruh air terjun yang menenangkan, kamu juga akan melewati jalur hutan, persawahan, hingga pemukiman warga lokal yang ramah dan menyambut wisatawan dengan hangat. Dengan menggunakan peta ini di Aplikasi Avenza Maps, kamu tidak hanya berwisata, tapi juga ikut mendukung pengembangan potensi lokal dan pelestarian alam. Peta ini menjadi bagian dari gerakan wisata sadar lingkungan, yang mendorong masyarakat dan wisatawan untuk menjaga keasrian warisan geologi dan hayati Desa Tamanjaya. Siapkan ranselmu, isi penuh semangat petualangan, dan mulailah menjelajah curug-curug menakjubkan di Desa Tamanjaya. 📍 Gunakan peta wisata ini sebagai panduanmu dan rasakan pengalaman wisata yang tak terlupakan! [Klik di sini untuk membuka Peta Wisata Curug Desa Tamanjaya 🔗 Tertarik Menjelajahi Wisata Curug Desa Tamanjaya? Cek juga: Curug Puncak Manik Curug Tengah Curug Awang